Sejak tahun 1970-an, secara keseluruhan maritim ialah resapan (sink) bagi CO2 antropogenik. Tetapi seberapa besarkah CO2 yang diserap, proses apa sajakah yang menggerakannya, dan bagaimanakah ia berubah di periode depan? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, pertama-tama kita perlu terlebih dulu mesti mengetahui fungsi bahari pada siklus atau daur karbon secara global.
Peredaran karbon dalam berbagai bentuk organik dan anorganiknya, dan transpor karbon dari permukaan ke bahari dalam dibangun oleh proses-proses fisis dan biologis. Proses-proses ini biasa disebut selaku pompa fisis (physical pump atau pompa daya larut) dan pompa biologis (biological pump). Kedua pompa ini bertindak mengembangkan fokus CO2 di dalam interior maritim.
Siklus Pompa Fisis (Physical Pump)
Pompa fisis dibangkitkan oleh sirkulasi balik laut yang lamban dan lebih gampang terlarutnya CO2 di air masbodoh ketimbang di air hangat. Massa jenis air yang rapat (dense) dan hangat di bahari lintang tinggi, terutama di Atlantik Utara dan Samudra bagian Selatan (Southern Ocean), menyerap CO2 atmosferik sebelum karam (sink) ke interior maritim.
Air yang karam ini akan diimbangi oleh transpor vertikal (upwelling) di bagian bahari lainnya. Air yang naik ke atas ini akan menjadi hangat dikala mencapai permukaan sehingga CO2 menjadi kurang dapat larut dan sebagian diantaranya akan terlepas kembali ke atmosfer (melalui sebuah proses yang disebut pelepasan gas atau outgassing). Efek bersih dari proses-proses ini adalah pemompaan CO2 ke dalam interior bahari.
Gambar siklus karbon di bahari.
Siklus Pompa Biologis (Biological Pump)
Penyerapan karbon oleh fitoplankton–organisme mikroskopis yang hidup di permukaan laut yang terkena sinar matahari dan ekspornya ke interior dan sedimen laut disebut pompa biologis. Fotosintesis ialah proses dimana fitoplankton mengambil karbon. Laju fotosintesis dikenal sebagai produktivitas primer. Fitoplankton adalah mesin bagi pompa biologis.
Pompa biologis memainkan peranan yang penting dalam kemampuan maritim menyerap CO2 atmosferik. Tanpa adanya fotosintesis di bahari, CO2 atmosferik akan menjadi 1000 ppm bila dibandingkan dengan keadaan saat ini yang 365 ppm. Sebaliknya, jikalau pompa biologis berfungsi dengan efisiensi yang maksimum, maka tingkat CO2 di atmosfer akan turun menjadi 110 ppm.
Meskipun penting, sejauh ini pompa biologis masih belum banyak diukur. Sebagian besar observasi sudah difokuskan pada perluasan pemahaman mengenai proses-proses biologis, variasinya kepada trend, dan peristiwa khusus dan klimatis dalam skala besar yang mempengaruhi berfungsinya pompa ini. (Referensi: Agus Setiawan, 2000, perihal biogeokimia maritim dan pergeseran global, Pusat Teknologi Lingkungan BPPT, diterjemahkan dari IGBP Science No.2). Sumber https://www.geologinesia.com/
Komposisi Minyak Bumi - Semua bahan bakar fosil, mirip minyak bumi, gas, dan batubara adalah ialah sumber utama hidrokarbon. Pada biasanya hidrokarbon digunakan sebagai bahan bakar untuk menghasilkan energi.
Atom karbon ialah atom yang paling banyak menyusun tubuh makhluk hidup. Di alam semesta, senyawa dari atom karbon menduduki jumlah terbanyak. Senyawa-senyawa yang disusun oleh atom karbon lazimdisebut sebagai senyawa karbon (senyawa organik).
Hidrokarbon ialah salah satu senyawa karbon yang paling sederhana yang hanya mengandung karbon (C) dan hidrogen (H). Hidrokarbon mempunyai turunan senyawa yang sungguh banyak, sehingga dapat dikatakan bahwa semua senyawa karbon (senyawa organik) ialah juga senyawa turunan dari hidrokarbon, karena unsur utama penyusunnya yang serupa, yakni hidrogen dan karbon.
Gambar posisi atom C pada rantai karbon (atas) dan senyawa hidrokarbon (bawah).
Komposisi Minyak Bumi
Minyak bumi hasil pertambangan yang belum dimasak dinamakan minyak mentah (crude oil). Minyak mentah merupakan campuran yang kompleks, yang bagian terbesarnya ialah hidrokarbon. Komposisi Kimia penyusun minyak bumi yakni sebagai berikut :
Senyawa hidrokarbon alifatik jenuh (Alkana) ; Golongan alkana dalam minyak bumi yang sering dijumpai yaitu berupa alkana yang tidak bercabang (n-oktana), isoooktana (2,2,4–trimetilpentana), dan sikloalkana (siklopentana dan sikloheksana).
Senyawa hidrokarbon aromatik ; Golongan hidrokarbon aromatik yang terdapat dalam minyak bumi yakni berbentukbenzena.
Senyawa lain dalam jumlah kecil (mikro) ; mirip senyawa belerang yang berkisar 0,01– 7%, senyawa nitrogen berkisar 0,01 – 0,9%, senyawa oksigen berkisar 0,06– 0,4%, dan sedikit senyawa organologam yang mengandung logam vanadium dan nikel.
Dari sini mampu disimpulkan bahwa minyak bumi ialah adonan rumit dari ratusan rantai hidrokarbon, yang umumnya tersusun atas 85% karbon (C) dan 15% hidrogen (H). Selain itu juga, terdapat bahan organik dalam jumlah kecil dan mengandung oksigen (O), welirang (S) atau nitrogen (N).
Jenis Minyak Bumi Berdasarkan Komposisi Kimianya
Berhubungan dengan komposisi kimia pada berbagai jenis minyak bumi, terdapat empat macam jenis minyak bumi berdasarkan umur dan letak kedalamannya, yaitu: minyak bumi young-shallow, minyak bumi old-shallow, minyak bumi young-deep, dan minyak bumi old-deep.
Minyak bumi young-shallow lazimnya bersifat masam (sour), mengandung banyak materi hidrokarbon aromatik, sangat kental dan kandungan sulfurnya tinggi. Minyak old-shallow umumnya kurang kental, titik didih yang lebih rendah, dan rantai paraffin yang lebih pendek.
Minyak bumi old-deep membutuhkan waktu yang paling usang untuk pemprosesan, titik didihnya terendah dan juga viskositasnya paling encer, belerang yang terkandung dapat teruraikan menjadi H2S dan mampu lepas. Minyak bumi old-deep inilah merupakan minyak mentah yang mampu dikatakan paling primadona. Jenis inilah yang paling dicari alasannya adalah dapat menciptakan bensin (gasoline) yang banyak.
FAQ: Sebutkan komposisi minyak bumi?
Minyak bumi tersusun oleh senyawa hidrokarbon (alkana, sikloalkana, dan benzena), molekul hidrokarbon (naptena, parafin, dan asphaltena), organologam (nikel, vanadium), dan beberapa senyawa minor lainnya (belerang, nitrogen, hidrogen, dan oksigen).
Proses perkembangbiakan flora mampu dilakukan dengan dua cara adalah generatif dan vegetatif. Proses perkembangbiakan generatif pada tanaman terjadi lewat proses penyerbukan dilanjutkan dengan pembuahan. Sedangkan perkembangbiakan secara vegetatif mampu terjadi melalui vegetatif alami (spora, tunas, akar tinggal, umbi batang, umbi lapis, umbi akar, tunas adventif, dan geragih) dan vegetatif buatan (mencangkok, setek, menyambung, okulasi, dan merunduk)
Perkembangbiakan Generatif yang terjadi Tumbuhan terjadi melalui peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina ini terjadi pada bunga. Sehingga untuk dapat terjadi perkembangbiakan generatif ini flora harus memiliki bunga baik itu bunga tepat maupun tidak tepat. Bunga tepat adalah bunga yang memiliki benang sari dan kepala putik. Sedangkan bunga tidak tepat ialah bunga yang cuma memiliki salah satu dari benang sari atau kepala putik.
Proses Perkembangbiakan Generatif pada Tumbuhan
Perkembangbiakan generatif pada tanaman diawali dari tahap penyerbukan dan dilanjutkan dengan pembuahan.
Penyerbukan
Penyerbukan ialah jatuhnya serbuk sari di kepala putik bunga. Penyerbukan ini dapat terjadi melalui santunan binatang, angin, air, maupun manusia. Serbuk sari pada proses penyerbukan dapat berasal dari satu bunga tersebut (penyerbukan sendiri), bunga lain dalam satu tanaman (penyerbukan tetangga), bunga lain yang masih satu jenis (penyerbukan silang) dan bunga lain yang berbeda tetapi masih satu varietas (penyerbukan bastar).
Pembuahan
Pembuahan ialah proses bertemunya serbuk sari dengan sel telur. Pada proses pembuahan ini bunga akan menciptakan calon flora baru. Biasanya kandidat tanaman baru ini berada dalam biji buah. Buah yang telah masak akan jatuh dari pohon atau terbawa makhluk hidup lain (binatang atau insan) sedangkan bijinya akan dibuang. Biji yang menemukan keadaan yang sempurna akan tumbuh menjadi kecambah. Kecambah akan tumbuh menjadi tanaman muda dan menjelma tanaman remaja.
Proses penyerbukan dilanjutkan dengan pembuahan ini akan terus berulang pada tanaman. Melalui perkembangbiakan generatif pada flora ini maka tumbuhan akan menjadi banyak dan terhindar dari kepunahan.
Selain perkembangbiakan secara generatif, flora juga mampu berkembangbiak secara vegetatif. Perkembangbiakan vegetatif pada flora tidak membutuhkan adanya proses perkawinan/penyerbukan dan pembuahan. Perkembangbiakan secara vegetatif merupakan perkembangbiakan flora yang tidak memerlukan proses perkawinan.
Perkembangbiakan vegetatif lazimnya dijalankan pada tanaman tingkat rendah. Tetapi ada pula flora tingkat tinggi yang melakukannya. Tumbuhan tingkat rendah yakni flora yang tidak menciptakan bunga. Sedangkan tanaman tingkat tinggi merupakan jenis tanaman yang memiliki akar, batang, dibarengi dengan buah dan mempunyai daun.
Macam-macam Perkembangbiakan Vegetatif pada Tumbuhan
Perkembangbiakan vegetatif pada flora terbagi atas perkembangbiakan secara alami dan produksi.
Perkembangbiakan Vegetatif Alami
sumber: pixabay.com
Perkembangbiakan tanaman secara vegetatif alami yakni perkembangbiakan flora tanpa perlindungan manusia dan terjadi melalui beberapa bab tubuh induk. Bagian tumbuhan yang mampu dijadikan alat perkembangbiakan vegetatif alami yakni
Spora contoh: lumut dan paku-pakuan
Tunas contoh: flora pisang dan bambu
Akar tinggal/rhizoma acuan: jahe, lengkuas, dan kunyit
Umbi batang teladan: kentang dan ubi jalar
Umbi lapis pola: bawang putih dan bawang merah
Umbi akar teladan: singkong, wortel, dan lobak
Tunas adventif contoh: cocor bebek, sukun dan cemara
Geragih Contoh: stroberi dan rumput teki
Perkembangbiakan Vegetatif Buatan
Berbeda dengan perkembangbiakan vegetatif secara alami, perkembangbiakan vegetatif produksi ini dilaksanakan dengan perlindungan campur tangan manusia. Cara ini bertujuan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan memperoleh flora gres dengan cepat tanpa bergantung dengan ekspresi dominan serta tanpa mesti menunggu tanaman induk berbuah.
Perkembangbiakan vegetatif secara bikinan dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya
Mencangkok dengan cara mengupas kulit batang dan membungkusnya dengan tanah humus
Setek dengan cara memotong bagian tanaman induk dan langsung ditanam (setek),
Menyambung/mengenten dengan cara menyambung dua batang tumbuhan yang sejenis untuk menggabungkan sifat-sifat unggul dari dua flora tersebut
Okulasi/menempel dengan cara menempelkan mata tunas suatu flora ke batang tumbuhan lain
Merunduk dengan cara merundukkan bab batang atau cabang suatu tumbuhan ke dalam tanah
Pembahasan wacana proses perkembangbiakan vegetatif produksi selengkapnya dibahas pada halaman ini.
Proses perkembangbiakan vegetatif baik secara alami maupun bikinan dapat menghasilkan verietas-varietas baru dalam waktu yang relatif cepat. Selain itu, perkembangbiakan vegetatif yang hanya melibatkan satu induk saja akan menghasilkan keturunan yang mempunyai sifat biologis sama dengan induknya.
Proses penyerbukan pada tanaman merupakan langkah pertama dalam perkembangbiakan tanaman secara generatif. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari di kepala putik yang berikutnya akan terjadi pembuahan pada bunga. Dalam beberapa literasi, penyerbukan disebut juga dengan persarian.
Dalam proses penyerbukan tidak senantiasa berhasil terjadi pembuahan. Terdapat beberapa faktor yang menjadikan kegagalan pada penyerbukan. Diantaranya ialah jikalau waktu masaknya putik dan serbuk sari tidak serempak, alat kelamin jantan dan betina pada satu spesies terpisah, panjang antara tangkai benang sari dan tangkai putik berlainan jauh dan jika bentuk bunga tidak memungkinkan serbuk sari jatuh ke kepala putik.
Macam-Macam Penyerbukan pada Tumbuhan
Proses penyerbukan pada tumbuhan berdasarkan perantaranya mampu dikerjakan dengan sumbangan binatang, angin, air, dan manusia. Sedangkan menurut asal serbuk sarinya, terdapat 4 macam penyerbukan yakni penyerbukan sendiri, penyerbukan tetangga, penyerbukan silang, dan penyerbukan bastar.
Penyerbukan Sendiri
Penyerbukan sendiri ialah penyerbukan yang terjadi kalau serbuk sari jatuh di kepala putik bunga itu sendiri. Penyerbukan jenis ini umumnya cuma menciptakan satu keturunan yang sama. Tumbuhan yang dapat melakukan penyerbukan sendiri adalah tanaman yang memiliki bunga tepat seperti bunga turi dan bunga sepatu.
Penyerbukan Tetangga
Penyerbukan tetangga adalah penyerbukan yang terjadi bila serbuk sari jatuh di kepala putik bunga lain dalam satu tanaman. Penyerbukan ini terjadi alasannya adalah dalam satu bunga cuma terdapat satu bunga adalah bunga jantan atau bunga betina saja. Tumbuhan yang melaksanakan penyerbukan tetangga yakni tanaman jagung, kelapa, dan kelapa sawit.
Penyerbukan Silang
Penyerbukan silang yakni penyerbukan yang terjadi apabila serbuk sarinya berasal dari bunga lain pada tumbuhan lain yang jenisnya sama. Penyerbukan ini umumnya dapat menghasilkan kombinasi keturunan. Semua tanaman bisa melaksanakan penyerbukan silang dengan pinjaman manusia.
Penyerbukan Bastar
Penyerbukan bastar yakni penyerbukan yang terjadi jika serbuk sari jatuh di kepala putik tumbuhan yang berlawanan dengan jenis flora yang berlainan pula namun masih dalam satu varietas. Contoh penyerbukan bastar misalnya serbuk sari jambu kerikil merah jatuh di kepala putik jambu watu putih.
Proses penyerbukan pada flora dalam perkembangbiakan secara generatif berbeda-beda tergantung ciri khusus pada tiap spesiesnya. Melalui proses penyerbukan akan menghasilkan pembuahan yang mampu memperbanyak jumlah varietas tumbuhan.
Tumbuhan juga melakukan perkembangbiakan untuk menciptakan keturunan semoga mampu melestarikan jenisnya sehingga terhindar dari kepunahan. Cara perkembangbiakan flora dapat dilaksanakan dengan 2 cara yakni generatif dan vegetatif. Perkembangbiakan vegetatif yaitu perkembangbiakan flora tanpa melalui proses perkawinan. Sedangkan perkembangbiakan generatif ialah perkembangbiakan flora lewat proses perkawinan. Perkembangbiakan ini akan di awali dengan penyerbukan hingga terjadi pembuahan. Agar dapat melakukan penyerbukan bunga mesti mempunyai putik dan benang sari sebagai alat kelamin. Agar serbuk sari hingga di kepala putik maka diharapkan perantara. Perantara penyerbukan pada tanaman berfungsi untuk mempermudah proses penyerbukan.
Setiap jenis tanaman mempunyai cara dan mediator yang berbeda-beda dalam melakukan penyerbukan. Baik makhluk hidup maupun benda tak hidup mampu berperan sebagai mediator penyerbukan biar serbuk sari bisa sampai ke putik sebuah bunga.
Macam-Macam Perantara Penyerbukan pada Tumbuhan
Perantara penyerbukan dapat di lakukan oleh hewan, angin, air, dan insan. Simak penjelasannya berikut ini:
Penyerbukan oleh Hewan (Zoidogami)
Penyerbukan ini dikerjakan dengan sumbangan hewan. Misalnya pada bunga yang memiliki aroma harum serta mahkota bunga yang indah dan terperinci akan menarik serangga untuk hinggap dan menghisap nektar sehingga kaki-kaki serangga menginjak serbuk sari bunga itu. Ketika serangga berpindah ke kepala putik maka serbuk sari yang melekat pada kaki serangga akan jatuh di kepala putik tersebut. Sehingga terjadilah penyerbukan. Selain serangga, penyerbukan oleh hewan juga mampu dilakukan oleh kelelawar, bekicot, dan burung. Contoh penyerbukan yang dibantu oleh binatang ialah bunga matahari.
Ciri-ciri flora yang penyerbukannya dibantu oleh binatang yakni
memiliki aroma/bacin yang mempesona hewan (harum)
mempunyai warna mahkota yang menonjol dan berukuran besar
mempunyai nektar (madu)
Penyerbukan oleh Angin (Anemogami)
Pada tanaman yang mempunyai mahkota bunga kecil, tidak berbau, serta tidak memiliki nektar maka penyerbukan mampu dikerjakan dengan pertolongan angin. Serbuk sari pada flora akan ditiup oleh angin dan akan dibawa menuju kepala putik bunga. Contoh flora yang melaksanakan penyerbukan dengan pemberian angin yaitu padi, tebu, dan kelapa sawit.
Ciri-ciri tumbuhan yang penyerbukannya dibantu oleh angin yaitu
memiliki serbuk sari yang banyak dan ringan
lazimnya tangkai sari berbentuk menjulang ke atas
memiliki mahkota bunga yang berskala kecil atau tidak mempunyai sama sekali
tidak menghasilkan nektar (madu)
kepala putiknya berukuran besar dan berbulu
Penyerbukan oleh Air (Hidrogami)
Penyerbukan dengan santunan air lazimnya dikerjakan oleh jenis tanaman yang hidup di air. Seperti ganggang dan hydrilla. Aliran air maupun air hujan yang akan membawa serbuk sari mendekati dan melekat di kepala putik.
Ciri-ciri tumbuhan yang penyerbukannya dibantu oleh air yakni
Pada jenis tumbuhan tertentu yang proses penyerbukannya tidak dapat dilakukan oleh hewan, angin, dan juga air maka mampu dijalankan dengan derma insan. Misalnya pada tanaman yang memiliki kepala putik tertutup maka harus dibantu oleh manusia untuk menempelkan serbuk sari pada kepala putik bunga tersebut. Contoh penyerbukan yang dibantu oleh insan adalah penyerbukan pada salak dan vanili.
Ciri-ciri tumbuhan yang penyerbukannya dibantu oleh insan ialah
mempunyai nilai hemat (mampu diperjualbelikan buah/tanamannya)
terancam kepunahan sehingga untuk melestarikannya diharapkan pemberian insan
memiliki faedah pengobatan
Perantara penyerbukan pada flora sangat penting dalam proses perkembangbiakan tumbuhan biar kelancaran hidup tanaman tetap berjalan.
Agar kelestarian tanaman tetap terjaga, flora juga membutuhkan adanya perkembangbiakan baik secara generatif (perkawinan) maupun vegetatif (tanpa perkawinan). Perkembangbiakan generatif diawali dengan proses penyerbukan. Sedangkan perkembangbiakan vegetatif dapat dilaksanakan secara perkembangbiakan vegetatif buatan dan perkembangbiakan vegetatif alami.
Perkembangbiakan vegetatif cuma melibatkan satu induk tanaman saja. Sehingga pada perkembangbiakan vegetatif buatan akan memerlukan peran insan untuk menolong proses perkembangbiakan. Hasil dari perkembangbiakan ini akan menyamai dengan induknya.
Keuntungan Perkembangbiakan Vegetatif Buatan
Banyak keuntungan yang didapat jikalau kita mencoba untuk melaksanakan perkembangbiakan ini. Biasanya hal ini dikerjakan dengan tujuan peningkatan nilai hemat dari flora tersebut. Berikut ini beberapa keuntungan dari perkembangbiakan vegetatif produksi:
Memiliki sifat yang serupa dengan induknya
Tumbuhan akan lebih singkat berbuah dibandingkan dengan menanam secara generatif
Lebih cepat menemukan tanaman yang gres
Mempertahankan sifat unggul dari flora
Menghasilkan tanaman yang lebih baik, seperti besar lengan berkuasa batangnya dan banyak buahnya.
Macam-Macam Cara Perkembangbiakan Vegetatif Buatan
Banyak cara yang dapat dijalankan pada perkembangbiakan vegetatif bikinan diantaranya mencangkok, setek, menyambung, okulasi, dan merunduk.
1. Mencangkok
Yaitu pembungkusan kulit batang yang dikupas dengan menggunakan tanah humus. Tumbuhan yang digunakan mesti flora yang mempunyai batang berkayu. Dengan cara mencangkok, tumbuhan akan lebih cepat berbuah, sifat pada tumbuhan gres sama dengan sifat flora induk, serta mempunyai tingkat keberhasilan yang tinggi.
Namun di segi lain juga terdapat beberapa kekurangan mirip tanaman lebih singkat mati, merusak tanaman induk alasannya banyak kulit yang terlupas, serta flora yang dihasilkan lebih gampang patah.
Mencangkok mampu dilaksanakan dengan cara :
Kupas kulit dahan secara melingkar
Bersihkan lapisan kambium lalu lapisi dengan tanah
Balut bab yang terlapisi memakai plastik yang dilubangi kecil-kecil dan ikat bab ujungnya.
Tunggu sampai tumbuh akar. Setelah akar berkembang dengan baik, lepas balutan plastik dan potong cangkokan untuk ditanam di tempat lain.
Contoh flora yang mampu dilakukan perkembangbiakan dengan mencangkok yakni pohon apel, pohon manga, pohon jeruk, dan pohon nangka.
2. Setek
Yaitu perkembangbiakan dengan memakai pecahan bagian tanaman itu sendiri. Bisa memakai bagian batang dan daun. Kelebihan cara setek ini yakni proses yang gampang dan cepat serta dapat menciptakan tumbuhan baru yang serupa dengan induknya.
Kekurangan yang dimiliki cara setek yakni perakaran yang tidak kuat serta flora baru yang dihasilkan cuma sedikit.
Cara setek ini mampu dikerjakan dengan cara :
Potong dahan dari tanaman induk
Tanam pribadi potongan tersebut pada tanah atau pot
Tumbuhan gres sukses berkembang saat akar telah timbul
Contoh tanaman yang mampu di setek ialah singkong, mawar dan soka.
3. Menyambung/Mengenten
Sumber: pixabay.com
Yaitu penggabungan dua flora yang berlawanan tetapi masih mempunyai jenis yang sama. Kelebihan dari proses ini adalah memperoleh sifat-sifat unggul dari dua tumbuhan sesuai dengan impian.
Kekurangan dengan cara menyambung yaitu harus memiliki dua tumbuhan induk, jumlah yang dihasilkan terbatas sebab harus memakai tumbuhan yang sejenis.
Proses menyambung dijalankan dengan cara :
Pilih tumbuhan yang masih muda
Potong dan belah batang flora yang hendak dipakai selaku batang bawah
Iris berbentuk huruf V pada cuilan batang untuk bagian atas
Sambungkan kedua pecahan tersebut kemudian ikat dengan berpengaruh kemudian tutup dengan plastik
Contoh tumbuhan yang mampu dikembangbiakan dengan cara ini adalah pohon mangga dan pohon rambutan.
4. Okulasi/Menempel
Menggunakan mata tunas pada proses penggabungan satu tanaman dengan tanaman lain. Kelebihannya adalah proses perkembangbiakan mampu dilaksanakan dengan cepat serta memiliki sifat flora yang lebih baik.
Namun okulasi mempunyai kelemahan yaitu tingkat keberhasilan yang rendah. Okulasi dapat dikerjakan dengan cara :
Sayat kulit batang pada flora induk
Iris kulit tanaman yang bertunas kemudian tempelkan pada flora induk yang telah disayat
Ikat menggunakan tali dan tutup dengan plastik
Contoh flora yang mampu bisa dilakukan okulasi adalah mangga, rambutan, dan nangka.
5. Merunduk
Yaitu penanaman cabang tanaman ke dalam tanah semoga tumbuh akar pada bagian tanaman yang terbenam. Kelebihan merunduk adalah sifat tanaman yang dihasilkan sama dengan tumbuhan induk.
Kekurangan cara merunduk ini ialah hanya menciptakan sedikit jumlah flora gres. Cara yang dijalankan pada proses merunduk yaitu :
Pilih batang yang besar lengan berkuasa namun mudah dibengkokkan
Bengkokkan batang tumbuhan menyentuh tanah dan menguburnya ke dalam tanah
Setelah akar muncul, pisahkan flora gres dari tumbuhan induk.
Contoh tanaman yang mampu dikembangbiakkan dengan cara merunduk ialah stroberi, arbei, dan apel.
Cara-cara perkembangbiakan vegetatif buatan dilaksanakan untuk memperbanyak tanaman serta menciptakan tanaman gres yang sesuai dengan keinginan kita serta memiliki sifat yang serupa dengan induknya.